"Kelainan dari syaraf tersebut merupakan keluhan biasa yang dirasakan pascabenturan," kata dokter ahli syaraf RSCM, Mursyid Bustami, kepada wartawan di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta, Senin (23/6/2008).
Mursyid juga menilai, pusing-pusing tersebut tidak rawan sehingga boleh rawat jalan. Dari hasil pemeriksaan, pihaknya tidak bisa menilai kualitas penyakit akibat benturan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, dokter dari ahli penyakit dalam menilai perlu dilakukan observasi lebih lanjut. Selain itu perlu dilakukan infus dan terapi lainnya.
"Jadi kemungkinan akan diopname. Tapi diopnamenya bukan karena benturan syaraf di kepala," pungkasnya.
Komarudin masuk ke UGD RSCM, Minggu, (23/6/2008), setelah sebelumya dirawat di RS Pasar Rebo. Dia mengalami keluhan di seputar kepalanya berupa nyeri dan sakit kepala. Komarudin merupakan salah satu korban penyerangan polisi ke kampus Unas pada Sabtu 24 Mei 2008.
(asp/ana)











































