RSCM: Pusing-pusing Mahasiswa Unas Biasa

RSCM: Pusing-pusing Mahasiswa Unas Biasa

- detikNews
Senin, 23 Jun 2008 12:47 WIB
Jakarta - Keluhan salah satu korban penyerangan polisi terhadap kampus Unas, Komarudin Salim (26), berupa pusing-pusing dinilai dokter sebagai sesuatu yang biasa. Keluhan ini biasa dirasakan oleh orang sesudah terkena benturan.

"Kelainan dari syaraf tersebut merupakan keluhan biasa yang dirasakan pascabenturan," kata dokter ahli syaraf RSCM, Mursyid Bustami, kepada wartawan di RSCM, Jl Diponegoro, Jakarta, Senin (23/6/2008).

Mursyid juga menilai, pusing-pusing tersebut tidak rawan sehingga boleh rawat jalan. Dari hasil pemeriksaan, pihaknya tidak bisa menilai kualitas penyakit akibat benturan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam dunia kedokteran biasa disebut sakit kepala pascabenturan. Selain itu, tidak ada indikasi gegar otak karena kejadiannya sudah satu bulan," tambahnya.

Meski demikian, dokter dari ahli penyakit dalam menilai perlu dilakukan observasi lebih lanjut. Selain itu perlu dilakukan infus dan terapi lainnya.

"Jadi kemungkinan akan diopname. Tapi diopnamenya bukan karena benturan syaraf di kepala," pungkasnya.

Komarudin masuk ke UGD RSCM, Minggu, (23/6/2008), setelah sebelumya dirawat di RS Pasar Rebo. Dia mengalami keluhan di seputar kepalanya berupa nyeri dan sakit kepala. Komarudin merupakan salah satu korban penyerangan polisi ke kampus Unas pada Sabtu 24 Mei 2008.
(asp/ana)


Berita Terkait