Beban Hidup Makin Berat, Penghuni Lapas Melonjak

Beban Hidup Makin Berat, Penghuni Lapas Melonjak

- detikNews
Senin, 23 Jun 2008 12:08 WIB
Jakarta - Tingginya persoalan hidup akibat tekanan ekonomi berbanding lurus dengan melonjaknya penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas). Data Depkum HAM, dari akhir 2007 hingga Mei 2008,  penghuni lapas meningkat 1,89 persen.

Dari total 127.995 penghuni lapas pada akhir 2007, naik menjadi 130.419 orang pada Mei 2008.

"Jumlah tahanan pada lapas dan rumah tahanan (rutan) mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan kondisi perekonomian negara yang belum membaik, peningkatan peredaran narkoba dan korupsi," kata Menkum HAM Andi Mattalatta saat raker dengan Komisi III DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi juga menyinggung naiknya masalah kesehatan yang dialami penghuni lapas. Dari 757 orang pada akhir 2007, naik menjadi 791 orang pada akhir Mei 2008.

"Penyakit menular mendominasi masalah kesehatan para penghuni, seperti penyakit kulit," mantan anggota DPR dari FPG ini.

Salah satu penyebab tingginya penyebaran penyakit menular karena over capacity yang dialami hampir semua lapas di Indonesia.

Andi juga menyinggung kasus kematian para penghuni lapas. Menurutnya, DKI Jakarta menduduki peringkat tertinggi kematian penghuni lapas. Penyebab kematian paling tinggi adalah penyakit HIV/AIDS yang mencapai 20 persen dari jumlah kematian.

"Berbagai upaya terus dilakukan untuk berusaha menanggulangi penularan virus tersebut seperti bekerjasama dengan Depkes dan LSM," pungkasnya. (anw/nrl)



Berita Terkait