Rekan-rekan Maftuh tidak percaya mahasiswa itu tewas akibat AIDS. Karena itu mereka akan mengadu ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
"Kami akan meminta IDI membantu mendapatkan kejelasan statemen RSPP," ujar Ceppy Febrinika Bachtiar, koordinator Solidaritas Mahasiswa Unas, pada detikcom, Senin (23/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum ke IDI, Ceppy dkk akan berkonsultasi dengan LBH Jakarta yang siap mendampingi mereka. "Kami konsultasi seputar dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan dokter RSPP yang menyatakan Maftuh mengidap virus HIV," ujarnya.
Sedangkan aksi turun jalan, hari ini tidak dilakukan. "Paling aksi di kampus saja, orasi-orasi," ujar Ceppy.
Sementara itu, Humas RSPP Teti Wahyuni enggan berkomentar banyak. Juga saat ditanya tentang kabar RSPP akan memberikan keterangan pers untuk memperjelas hal ini. "Belum, saya belum mendengar rencana jumpa pers itu," ujar Titi yang mengaku sedang rapat.
(nrl/ndr)











































