Seperti dikutip dari voanews.com pada Senin (23/6/2008). Debat akan dilakukan pada Selasa 24 Juni. Samak adalah pemimpin dari Partai Kekuatan Rakyat yang notabene, bersama 6 partai lainnya membentuk koalisi setelah pemilu pada Desember 2007 lalu.
Pemilu itu mengakhiri 15 bulan pemerintahan militer, yang berkuasa setelah melakukan kudeta terhadap mantan PM Thaksin Sinawatra, pada September 2006 lalu. Thaksin dan 100 orang petinggi partai Thai Rak Tai, saat itu setelah kudeta dikenai larang berkiprah di dunia politik selama 5 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Samak menegaskan bahwa pemerintahannya dipilih secara sah dan akan menjalani pemerintahan selama 4 tahun. Dia juga menolak kalau dirinya adalah kepanjangan tangan dari Thaksin. Samak juga menegaskan kalau dirinya mundur negara akan berada di arah yang tidak jelas.
Sementara itu ribuan pengunjuk rasa, yang masih bertahan mengepung kantor Samak dari Aliansi Rakyat untuk Demokrasi, yang melakukan aksinya sejak Mei lalu meminta agar dilakukan pemeriksaan terhadap Thaksin, dan meminta Samak untuk mundur.
Seorang pengunjuk rasa Pimpagon Rojananin, mahasiswa Universitas Chulalongkorn menyebutkan bahwa akan sangat penting bila pengadilan melibatkan Thaksin dalam pemeriksaannya.
"Mantan PM Thaksin, setelah apa yang dia lakukan kepada negara kami, setidaknya haruss datang dan berdiri di pengadilan. Jika dia tidak bersalah dia bebas, tetapi jika dia salah bersalah dia harus menghadapi hukuman," kata Pimpagon Rojananin.
(ndr/)











































