Seperti dikutip dari bbc.co.uk pada Senin (23/6/2008), saat ini baru diketahui hanya 4 penumpang yang selamat. Kapal itu diketahui meninggalkan ibu kota Filipina Manila menuju Kota Cebu pada Jumat 20 Juni, namun pada Sabtu, kontak telah hilang dari kapal itu.
4 Penumpang yang selamat itu bernama Jesus Gica, Oliver Amorin, Jessie Buot, dan Renato Lanorio. Mereka pun lantas menceritakan pengalaman mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan 30 menit setelah pemberitahuan kapal kemudian oleng, para penumpang pun termasuk anak-anak berpegangan pada sisi dek.
Sedang penumpang lainnya Jesus Gica mengkhawatirkan bahwa banyak penumpang yang terperangkap di dek bawah.
"Banyak diantara kami yang melompat ke laut, tapi kemudian terpisah oleh besarnya ombak," ujar Gica.
Saat itu banyak pula yang mencoba menaiki perahu penyelamat, namun itu tiada berguna karena kencangnya angin.
Penumpang yang selamat itu mampu berenang hingga ke pesisir Sibuyan di Provinsi Romblon, dan selanjutnya diselamatkan nelayan setempat.
Ferry berbobot 23.824 ton ini bernama The Princess of the Stars, yang mampu menampung penumpang sebanyak 1.992 orang. Namun hingga kini masih ada kesimpang siuran mengenai jumlah penumpang. Di daftar tertulis 626 penumpang dan 121 awak kapal. Tapi laporan petugas setempat menyebutkan total seluruh penumpang ada 820.
Kini harapan untuk menemukan penumpang yang hidup semakin tipis. Presiden Filipina Gloria Arroyo pun meminta penjelasan mengapa ferry itu diizinkan meninggalkan pelabuhan padahal ada peringatan kalau badai topan kemungkinan akan terjadi.
"Kenapa diizinkan berlayar dan kenapa tidak ada peringatan? Saya ingin penjelasan," kata Arroyo kepada petugas pelabuhan. (ndr/)











































