Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Jaringan Isu Publik melansir, jumlah golput mencapai 45,25% dari total suara masuk. Sementara Bibit-Rustri mendapatkan 44,42%. Empat pasang cagub/cawagub lainnya memperoleh dibawah 25% suara.
Direktur Riset LSI, Eka Kusmayadi mengatakan, berdasar survei, pemilih enggan menggunakan hak pilihnya karena tiga hal. Yakni, ada keperluan lain, pertimbangan ekonomi atau pekerjaan, dan tidak ada greget dari para kandidat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eka menambahkan, angka golput di Jawa Tengah relatif lebih tinggi dibanding provinsi lain yang hanya rata-rata 35%. Hal itu juga terjadi pada pemilu 2004 silam.
Mengenai kemenangan Bibit-Rustri, Eka mengatakan, hal itu sesuai dengan survei terakhir LSI-JIP pada 12-15 Juni lalu. Namun prosentase pasangan dari PDIP itu ternyata lebih tinggi dari perkiraan semula.
"Bibit-Rustri mendapat tambahan dari pemilih yang belum menentukan pilihannya yang jumlahnya sekitar 19,1%," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Eka, mesin politik PDIP terlihat sangat militan. Mereka mampu menggerakkan massa beberapa hari sebelum pemungutan suara digelar.
Lingkaran Survei Indonesia-JIP menggunakan teknik multistage random sampling dengan sampel berjumlah 400 TPS dan dipilih secara acak. Sampling error diperkirakan kurang lebih 1%.
(try/ndr)











































