"Secara berkelakar saya merasa tersanjung kalau disebut-sebut sebagai calon pendamping Ibu Mega dalam Pilpres 2009. Tapi sampai saat ini saya belum punya pikiran ke arah sana. Saya belum putuskan bersedia atau tidak," kata Din usai jumpa pers di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Minggu (22/6/2008).
Menurutnya , secara non formal dirinya sudah berkomunikasi terkait kemungkinan pencalonannya sebagai cawapres. Namun secara formal belum ada pembicaraan terkait hal itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Din bahkan mengaku banyak yang mendorong untuk menjadi capres dalam Pilpres 2009. Namun sampai saat ini usulan dan dorongan tersebut belum manjadi perhatiannya karena mengurus Muhammadiyah masih menjadi prioritasnya.
"Banyak yang mendorong kepada saya kenapa nomor dua, tidak nomor satu saja. Saya katakan saya lagi konsentrasi untuk mengurusi Muhamadiyah," pungkas Din. (yid/nrl)










































