"Komnas HAM juga berharap dokter tidak gegabah mengumumkan hasil pemeriksaan Maftuh sampai ada hasil yang benar-benar pasti, meski itu otoritas dari tim dokter. Kita juga meminta dokter tidak menghalang-halangi pemeriksaan dan dapat bekerja sama dengan Komnas, "ujar Wakil Ketua Komnas HAM, Ridha Saleh.
Hal itu dikatakan dia dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (22/6/2008). Sebelumnya, dokter menyebut kematian Maftuh adalah akibat mengidap AIDS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga akan memeriksa mahasiswa yang juga terkena pukulan pada saat bentrokan antara polisi dan mahasiswa di Unas dan mahasiswa yang ikut ditahan bersama Maftuh di Polres Jaksel," imbuhnya.
Keterangan mereka, lanjut Ridha, akan dipakai Komnas untuk menjadi dasar perlu tidaknya membentuk tim forensik independen. Pembentukan tim ini sebelumnya pernah diusulkan koordinator Kontras, Usman Hamid.
"Dari situ Komnas HAM bisa melihat perlu atau tidaknya tim forensik seperti usulan Kontras dibentuk atau tidak, karena kami dituntut oleh masyarakat atau publik untuk memberikan laporan atau hasil atas kasus ini secepatnya," pungkas Ridha. (irw/nrl)











































