Keluarga: Tuduhan Itu Kejam

Maftuh Meninggal karena HIV/AIDS

Keluarga: Tuduhan Itu Kejam

- detikNews
Minggu, 22 Jun 2008 08:59 WIB
Jakarta - Keluarga Maftuh Fauzi tidak percaya HIV/AIDS sebagai penyebab kematian mahasiswa Unas itu. Maftuh dikenal sebagai anak yang taat beribadah dan kuat agamanya.

"Tuduhan itu sangat kejam. Tidak mungkin keponakan saya terjangkit HIV yang
mematikan. Barangkali yang mengatakan keponakan saya kena AIDS justru yang kena sendiri," kata Ahmad Masruri, paman Maftuh.

Hal itu diungkapkan Ahmad di rumahnya di Desa Adikarto Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (22/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan pihak keluarga meyakini Maftuh meninggal bukan terkena HIV dari hasil visum tim forensik di RSU Kebumen diketahui ada luka di bagian kepala. "Di bagian kepala ada memar bekas pukulan benda tumpul," katanya.

Menurut dia, hingga pemakaman Maftuh pada hari Sabtu sore kemarin, sebagian
besar keluarga besar Maftuh belum bisa menerima keterangan yang menyatakan dia meninggal karena HIV. Sebab keluarga Maftuh terutama ayahnya, H Muhammad Sahdi, tergolong keluarga yang taat beragama.

"Nggak mungkin seperti itu, di keluarga kami semua mendapat pendidikan agama
yang kuat," kata Masruri yang menjabat Sekretaris Desa Adikarto itu.

Meski demikian, keluarga menyatakan ikhlas dan menerima keadaan tersebut. Pihak keluarga juga tidak akan menuntut kepada siapa pun atas kasus yang menyebabkan kematian Maftuh.

"Kami ikhlas dan tidak menuntut kepada siapa pun. Ini musibah yang harus kami terima. Tapi pernyataan soal itu sekali lagi sangat kejam," katanya.

Menurut dia, hingga pemakaman Maftuh di pemakaman desa setempat, pada malam harinya warga bersama teman-teman Maftuh yang datang dari Jakarta menggelar acara tahlilan di rumah neneknya Hj Homimah. Maftuh adalah anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Muhammad Sahdi (55), dan Mumfatimah (54). (bgs/ken)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads