"Tim ini tidak di bawah kepolisia, universitas ataupun rumah sakit. Komnas HAM harus membentuknya dalam kasus ini," kata Koordinator Kontras Usman Hamid saat hadir dalam aksi berkabung untuk Maftuh di Bundaran HI, Sabtu (21/6/2008).
Usman mengatakan, tim forensik independen ini penting untuk memberi second opinion dari hasil yang dirilis oleh rumah sakit. "Seperti di Belanda, ada undang-undang khusus," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak tampak polisi menjaga aksi yang dimulai pukul 19.00 WIB itu. Meski sempat terjadi insiden menendang mobil Mercy, sejauh ini, aksi masih berlangsung damai. (ken/ken)











































