Massa yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu itu secara tiba-tiba mendatangi polsek yang terletak di Jalan WR Supratman, Sabtu (21/6/2008). Mereka meminta polisi melepaskan Anam (47) yang ditangkap pada Jumat 20 Juni.
Karena tuntutan tidak dipenuhi, warga pun marah dan mulai melempari batu. Menurut Sekretaris Desa Cabbiyah, Kecamatan Talango, Abdur, warga emosi karena Anam ditangkap sedang orang yang diduga dukun santet, Dahri (65) tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, pantauan detiksurabaya.com, pengrusakan yang dilakukan sekitar 750 warga tersebut, kaca depan dan samping ruang penjagaan pecah. Bahkan kaca ruang kapolsek juga pecah dan sempat mengenai kaki kiri kapolsek dan mengeluarkan darah.
Warga yang terlihat emosi tersebut terus melempari kantor polsek dengan batu. Mobil patroli polsek juga sempat dihujani batu, sehingga kaca depan hancur.
Kapolsek Talango, Sumenep, Edy Heryanto, pada detiksurabaya.com mengatakan, massa datang dengan tiba dan sudah dilakukan negoisasi, namun tetap emosi dan melempari polsek.
"Saat massa datang, anggota sudah siaga, namun kekuatan tidak seimbang," kata Edy, dikantornya.
Petugas juga sempat mengeluarkan tembakan peringatan, namun warga tetap tidak mengindahkan. (ken/ken)











































