Penderitaannya belum berhenti di situ. Bocah malang itu tidak bisa menggugurkan kandungannya. Sebabnya, hal itu melanggar etika medis di negaranya.
Peristiwa mengenaskan ini terjadi di Romania seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (21/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah memeriksa anak perempuan itu, panel mengamati kalau kehamilan tersebut berjalan normal sehingga aborsi tidak bisa dilakukan," imbuh Todosiciuc.
Orangtua korban baru mengetahui kehamilan anaknya saat pemeriksaan medis dua pekan lalu. Pemeriksaan medis itu dilakukan karena korban mengeluh sakit pada perutnya. Setelah ditanyai orangtuanya barulah korban menceritakan perbuatan bejad pamannya.
Aparat polisi kemudian memburu sang paman yang telah kabur dari rumahnya.Β Namun fakta bahwa kehamilan itu akibat pemerkosaan tidak ikut dipertimbangkan oleh panel. Alasannya, pemerkosaan itu belum bisa dibuktikan karena masih harus mendengarkan pengakuan tersangka.
"Ini keputusan yang sangat sulit bagi para dokter. Mereka mencari-cari alasan medis yang akan memungkinkan mereka mengizinkan pengguguran, namun tak ditemukan alasan," tutur Todosiciuc.
Awalnya komisi medis regional telah mengizinkan aborsi. Alasannya karena usia korban masih begitu muda. Namun hukum di Romania membutuhkan keputusan akhir dari panel etika dalam kasus-kasus kehamilan yang telah lebih dari 14 minggu. (ita/ana)











































