Namun PM Samak menolak untuk mundur. Hal itu disampaikan wakil juru bicara pemerintah Thailand, Natawut Saikau. "Tuntutan itu tidak masuk akal," katanya mengenai tuntutan mundur yang disampaikan para pengunjuk rasa.
Lebih dari 20 ribu pendemo berhasil menerobos barikade polisi dan menduduki area sekitar kantor PM pada Jumat, 20 Juni kemarin. Massa terus bertahan di sana hingga malam hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sikap kami jelas. Kami akan meneruskan protes dan menginap di sini sampai pemerintahan boneka Thaksin itu mundur," kata juru bicara People's Alliance for Democracy, Suriyasai Katasila seperti dilansir Sydney Morning Herald, Sabtu (21/6/2008).
PM Samak telah menemui panglima angkatan bersenjata namun tidak menyebutkan isi pembicaraan. "Dia hanya mengatakan kalau polisi masih terus bertanggung jawab dalam menangani aksi protes. Dan saat ini belum waktunya bagi tentara untuk turun tangan," kata juru bicara Samak.
Aksi protes menentang Samak terus terjadi sejak tiga pekan lalu. Beredar rumor kalau militer akan kembali melancarkan kudeta. Namun desas-desus itu berulang kali dibantah petinggi-petinggi militer. (ita/ana)











































