"Rektor menutupi soalnya saat kematian almarhum mahasiswa di kampus tidak dikabari. Dan juga mahasiswa tidak dikabari saat almarhum diotopsi," kata seorang mahasiswa Unas, Syahrul Qadari.
Hal itu dikatakan Syahrul saat jumpa pers di Kampus Unas, Jl Sawo Manila, Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (21/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Syahrul, mereka tidak puas dengan kepasrahan keluarga. Meski jenazah Maftuh sudah dibawa Kebumen, Sabtu pagi dilakukan lagi otopsi di RS setempat. "Ini diinformasikan dari kawan-kawan di krisis center, Qadafi," imbuh Syahrul.
(ana/fiq)











































