Rektor Unas Dituding Duet dengan Polisi Tekan Keluarga Maftuh

Rektor Unas Dituding Duet dengan Polisi Tekan Keluarga Maftuh

- detikNews
Sabtu, 21 Jun 2008 11:39 WIB
Jakarta - Mahasiswa Unas menyesalkan Rektor Unas Umar Basalim yang tidak mengabari meninggalnya Maftuh Fauzi kepada anak didiknya. Mahasiswa menganggap rektor menutup-nutupi kematian mahasiswa Akademi Bahasa Asing Unas tersebut.

"Rektor menutupi soalnya saat kematian almarhum mahasiswa di kampus tidak dikabari. Dan juga mahasiswa tidak dikabari saat almarhum diotopsi," kata seorang mahasiswa Unas, Syahrul Qadari.

Hal itu dikatakan Syahrul saat jumpa pers di Kampus Unas, Jl Sawo Manila, Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (21/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rektor juga dituding bekerja sama dengan polisi menekan keluarga Maftuh yang terkesan pasrah dengan kematian anaknya. "Keluarga meminta, tolong anak kami sudah meninggal, jangan diberatkan kembali, sudah diikhlaskan saja," beber Syahrul menceritakan kembali permintaan keluarga Maftuh.

Menurut Syahrul, mereka tidak puas dengan kepasrahan keluarga. Meski jenazah Maftuh sudah dibawa Kebumen, Sabtu pagi dilakukan lagi otopsi di RS setempat. "Ini diinformasikan dari kawan-kawan di krisis center, Qadafi," imbuh Syahrul.
(ana/fiq)


Berita Terkait