Menurut teman dekat Maftuh, Dono, keluhan temannya tersebut setelah Maftuh dipukuli oleh aparat.
"Saat ditahan di Polres Jaksel selama dua hari, almarhum sudah merasakan sakit di bagian kepala dan muntah-muntah," ujar Dono kepada detikcom, Sabtu (21/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tanggal 5, lanjut Dono, almarhum sempat check up di RS Simpangan Depok. "Cuma almarhum tidak dirawat, hanya diberi obat. Tiga hari setelah itu, pada tanggal 8 almarhum dibawa ke RS UKI," kata Dono.
Namun setelah dirawat kurang lebih 7-8 hari dan tidak ada kemajuan, pada tanggal 17 almarhum dibawa ke RSPP. "Dan pada tanggal 20 almarhum menghembuskan nafas terakhir," cerita Dono sedih.
Dono membantah Maftuh tewas karena terserang Aids. Menurutnya, Maftuh tewas karena luka di kepala akibat dipukul aparat saat demo beberapa waktu lalu. (anw/anw)











































