Peristiwa ini bermula saat mahasiswa Unas melakukan sweeping terhadap orang-orang yang diduga provokator atau intel. Dianggap tidak dikenal, Mahasiswa Moestopo pun nyaris digebuki massa.
Untungnya, mahasiswa tersebut langsung menunjukkan identitasnya. Setelah tahu orang tak dikenal tersebut adalah mahasiswa Moestopo, massa pun kembali tenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa juga sempat memanas ketika sebuah mobil water canon berhasil masuk ke dalam Kantor Polres Jaksel dari pintu barat. Kedatangan ini sontak membuat marah mahasiswa. Mereka pun kembali meneriakkan 'polisi pembunuh'. (anw/anw)











































