"Dengan satu putaran pilpres, akan menghemat biaya berupa anggaran cetak surat suara dan menghemat waktu bagi pemilih untuk ke TPS," kata Maswadi Rauf dalam diskusi di Gedung DPR Senayan Jakarta, Jumat (20/6/2008).
Menurut Guru besar UI bidang politik ini, efisiensi pelaksaan pilpres dapat dilakukan dengan cara memperketat syarat pengajuan capres oleh partai politik." Artinya partai yang memperoleh kursi di parlemen cukup besar yang bisa mengajukan pasangan capres misalnya memperoleh kursi DPR sebanyak 30 persen atau bahkan 50 persen. Jadi pasangannya hanya 2 saja sehingga satu putaran," terang Maswadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pilihan kami 20 persen itu agar semua bisa berpartisipasi tapi sekaligus proporsional. Kalau Golkar ajukan syarat 30 persen, mungkin ada maksud-maksud politik tertentu," ujarnya.
Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Rully Chaerul Azwar menilai angka 30 persen cukup proporsional. Menurutnya, ini akan mempermudah rakyat memilih karena maksimal hanya akan ada 3 calon yang bertarung.
"Calon presiden itu tidak bisa muncul dalam waktu sekejap. Butuh proses dan pengalaman yang kuat karena itu sekarang ini yang bererdar orang-orang lama, belum ada tokoh baru yang muncul. Tampaknya masyarakat kurang suka dengan figur baru, buktinya sudah banyak figur baru yang muncul tapi dukungan rakyat kecil," pungkasnya. (yid/anw)










































