Anak SD Ceko Mengenal Indonesia Sejak Dini

Laporan dari Praha

Anak SD Ceko Mengenal Indonesia Sejak Dini

- detikNews
Jumat, 20 Jun 2008 13:22 WIB
Anak SD Ceko Mengenal Indonesia Sejak Dini
Praha - Sejumlah 20 siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) Cerveny, Praha, Republik Ceko, mengikuti workshop musik gamelan dan tur visual mengenai kebudayaan Indonesia.

Workshop tersebut digelar di KBRI Praha, Kamis (19/6/2008). Para siswa sekolah dasar itu diundang secara bergantian sebagai bagian dari upaya mempromosikan dan mendekatkan kebudayaan Indonesia kepada bangsa Ceko sedini mungkin, Korfungsi Pensosbud Azis Nurwahyudi kepada detikcom menuturkan tadi malam.

Sebelum workshop dimulai, anak-anak belia Ceko seolah-olah diajak berkunjung ke Indonesia dengan melihat adikarya kebudayaan berupa replika Candi Borobudur dan Prambanan. Selanjutnya mereka diajak tur visual dengan dukungan peta besar Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka antusias ketika mendengarkan informasi tentang Indonesia yang disampaikan secara interaktif. Di peta Pulau Jawa, mereka diperkenalkan kepada alat musik gamelan, lalu diajak mendengarkan gamelan yang dimainkan oleh para warga Ceko yang rutin berlatih di aula KBRI Praha.

Setelah itu anak-anak tersebut dipersilakan mencoba memukul instrumen yang ingin mereka mainkan. Sementara ketika sampai di peta Pulau Bali, mereka diajari Tari Kecak sehingga setiap anak dapat berpartisipasi dalam tarian tersebut.

Patung binatang komodo menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa anak juga menanyakan binatang khas Indonesia lainnya seperti harimau, gajah dan burung kasuari. Pada sesi rehat, mereka berkesempatan menikmati kelezatan nasi goreng yang disajikan sebagai salah satu contoh makanan Indonesia.

Sebagai penutup workshop, mereka diajak melihat Pulau Papua lebih dekat melalui pemutaran film 'Denias' yang telah diberi terjemahan dalam Bahasa Ceko.

Program pengenalan budaya Indonesia kepada anak-anak sekolah di Ceko ini merupakan program kerja rutin yang dilakukan oleh KBRI Praha. "Diharapkan pengenalan Indonesia sejak usia dini akan menciptakan pengertian mengenai Indonesia secara lebih baik," demikian Azis. (es/es)



Berita Terkait