FKB: Usut Tuntas, Tapi Jangan Rusak Institusi BIN

Muchdi PR Ditangkap

FKB: Usut Tuntas, Tapi Jangan Rusak Institusi BIN

- detikNews
Jumat, 20 Jun 2008 13:13 WIB
Jakarta - Sikap kooperatif mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Muchdi PR dalam proses penangkapan dirinya oleh Mabes Polri patut diapresiasi. Polisi harus mengusut oknum yang terlibat dalam kasus Munir tanpa merusak citra dan institusi BIN.

"Sikap Muchdi yang kooperatif dan tanpa perlawanan harus diapresiasi. Tapi Polisi harus mengusut siapa oknum-oknum yang terlibat. Jangan sampai institusi BIN yang dihancurkan," kata Ketua FKB Effendi Choirie di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/6/2008).

Menurut anggota Komisi I DPR ini, polisi dibawah pimpinan Jenderal Pol Sutanto juga harus diapresiasi karena berani mengungkap kasus Munir. Keberanian ini yang dulu tidak dimiliki Kapolri sebelum Jenderal Pol Sutanto, kendati dinilai sudah tahu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita juga harus mengapresiasi pihak kepolisian yang berani menegakkan hukum termasuk pada saudara tuanya. Karena pada masa Dai (Mantan Kapolri Jenderal Pol Dai Bachtiar), tidak ada keberanian. Jadi Sutanto perlu diacungi jempol," terang Gus Choi.

Menurut Politisi PKB ini, kasus Muchdi PR harus dijadikan pelajaran oleh BIN dan pejabatnya, agar tidak terulang lagi dimasa-masa mendatang.

"Apapun pada saat melakukan ini, posisi Muchdi masih di BIN. Ini harus jadi pelajaran agar para pejabat BIN lainnya berhati-hati. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi," pinta Gus Choi.

Gus Choi berharap kasus ini diungkap tuntas tanpa mengorbankan seseorang yang tidak terlibat. "Polisi harus profesional. Jangan ada upaya untuk mengorbankan seseorang yang tak berdosa," pungkas politisi PKB ini. (yid/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads