Bush Sangat Berhati-hati Soal Nuklir Iran

Bush Sangat Berhati-hati Soal Nuklir Iran

- detikNews
Rabu, 18 Jun 2008 16:55 WIB
Jakarta - Presiden AS George W Bush telah berulang kali mencetuskan kalau semua opsi masih terbuka dalam menghadapi masalah nuklir Iran. Pernyataan Bush ini memicu spekulasi kalau AS punya niat melancarkan serangan militer ke Iran jika negara itu tidak menghentikan program pengayaan uranium sesuai tuntutan IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional).

Namun spekulasi itu dibantah Duta Besar Greg Schulte, Perwakilan Tetap AS untuk IAEA. "Presiden Bush sangat berhati-hati dalam isu nuklir Iran," katanya dalam jumpa pers di Hotel Aryaduta, Jl. Prapatan, Jakarta Pusat, Rabu (18/6/2008).

Menurut Schulte, maksud pernyataan Bush tersebut adalah dirinya tidak mengesampingkan solusi militer dalam menghadapi isu nuklir Iran. Namun saat ini solusi diplomatik sedang dan akan terus dilakukan untuk membujuk Iran mematuhi desakan IAEA agar menghentikan program pengayaan uranium yang dilakukannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Schulte meragukan kebenaran pengakuan pemerintah Iran bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi listrik.

Menurut Schulte, yang menimbulkan kecurigaan dunia internasional kalau Iran mengembangkan senjata nuklir adalah karena Iran memulai program nuklirnya secara rahasia.

Ketika ditanya apakah pemerintah AS atau IAEA punya deadline dalam menghadapi penolakan Iran untuk menghentikan program pengayaan uranium, Schulte hanya menjawab kalau tujuan utama adalah melakukan solusi diplomatik. "Dan itu akan terus dilakukan sampai mungkin tahun 2010, 2013. Itu bukan waktu yang lama, karena itu kami akan terus melakukan pendekatan diplomatik," tandas Schulte.

Lantas apa yang akan terjadi setelah tahun tersebut Iran belum juga mematuhi desakan IAEA? Secara diplomatis Schulte menjawab kalau dirinya tidak ahli untuk memprediksi soal itu.
(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads