"Satu bulan di-deadline untuk menyerahkan kajian. Bila tidak akan kami segel," kata Kepala Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) Hari Sasongko, di Balaikota, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (18/6/2008).
Meski telah diberi peringatan, pengelola gedung kerap kali mengulur waktu mengenai kajian atau pun perbaikan. Untuk menghindarinya, Hari meminta bantuan polisi agar para pengelola gedung yang bandel ditindak secara preventif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan dia, kebanyakan gedung hanya memasang dinding yang tipis dan tidak kokoh. Sedangkan standar gedung parkir mengharuskan dinding pembatas bangunan parkir terbuat dari beton yang dilengkapi kerangka besi.
24 Gedung tersebut yakni:
1. Hotel Alila, Jakarta Pusat
2. Astra Internasional, Jakarta Pusat
3. Gedung PT Lekom Maras, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
4. PT Perintis Griya Loka, Jakarta Barat
5. RS Mitra Internasional, Jatinegara, Jakarta Timur
6. Mall Klender, Jakarta Timur
7. PT Bangun Cipta, Cengkareng, Jakarta Barat
8. PT Graha Tunas Mekar, Setiabudi, Jakarta Selatan
9. RS Medistra, Gatot Subroto, Jakarta Pusat
10.PT Kawan Lama Sejahtera, Kembangan, Jakarta Barat
11.Menara Sudirman, Jakarta Selatan
12.Plaza DM, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan
13.Wisma 77, Jl S Parman, Slipi, Jakarta Barat
14.Wisma Slipi, Jakarta Barat
15.PD Pasar Jaya, Jl Pramuka, Jakarta Pusat
16.Gedung Century Tower, Kuningan, Jakarta Selatan
17.Gedung Granadi, Kuningan, Jakarta Selatan
18.Gedung Tempo, Kuningan, Jakarta Selatan
19.Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat
20.Mayapada Tower, Jl Sudirman, Jakarta Selatan
21.Menara Kadin, Kuningan, Jakarta Selatan
22.Plaza Slipi Jaya, Jakarta Barat
23.Indomobil, MT Haryono, Jakarta Selatan
24.Gedung parkir Glodok, Jakarta Utara
(ptr/fay)











































