"Saya khawatir hanya menjadi bahan buat ketawa-ketawa kayak reality show. Kayak ringtone grup Peterpan. Nggak lama hilang, nggak musim. Orang penasaran saja. Apalagi ini zamannya hobi handphone, dramatisasi," kata Direktur Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Rabu (18/6/2008).
Qodari menilai, tingginya permintaan ringtone Artalyta-Kemas tidak ada korelasi dengan menurunnya prevalensi korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi belum dapat disimpulkan ini bentuk melawan korupsi secara sistematis. Namun memberi harapan untuk membangun kultur budaya malu untuk melakukan korupsi dan memberikan sanksi sosial," ujarnya.
Untuk itu, lanjut dia, diperlukan penindakan bagi pelaku korupsi yang konsisten. (aan/nrl)










































