Namun peluru yang mereka muntahkan bukan timah panas, melainkan onderdil kendaraan hasil curian mereka.
Para perampok itu mulai dikejar di ruas jalan tol Wiyoto Wiyono oleh petugas PJR 925 karena tidak menyalakan lampu penerangan, sekitar pukul 04.30 WIB, Rabu (18/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aneka cara dilakukan perampok untuk lolos dari kejaran polisi. Mereka misalnya, memutuskan berjalan melawan arus saat berada di kawasan Kemayoran.
Tak cuma itu, mereka juga melempari petugas PJR dengan onderdil kendaraan yang baru saja mereka rampok. Ada tang, potongan besi, maupun alat-alat bengkel lainnya.
Namun untunglah petugas PJR berhasil mencokok bandit nekat ini. Hal ini terjadi setelah ban mobil kawanan bandit pecah ban di Penjaringan sehingga tak bisa melanjutkan perjalanan. Tiga orang kabur dan satu orang bersembunyi di kali.
Petugas PJR dibantu warga kemudian menerjang lumpur kali dan berbasah-basah menciduk tersangka bernama Roy Marbun. "Tersangka dan mobilnya kami amankan di Polda Metro Jaya," kata Kepala Induk PJR Wiyoto Wiyono AKP H Sungkono pada detikcom, pukul 07.15 WIB. (nrl/fiq)











































