โTahun ini Pemprov Sumsel merencanakan sekitarย 300 rumah tangga baru harus sudah teraliri gas. Namun rencana ini akan terhambat akibat kendala penyediaan material pipa gas. Pipa gas ini didatangkan dari luar negeri,โ kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel, N Suratno, di kantornya, Jl Kapten A. Rivai, Palembang, Selasa (17/06/2008).
Suratno menjelaskan, untuk mengembangkan jaringan gas di kota Palembang, Pemprov Sumsel sudah menyiapkan dana sebesar Rp 14 miliar untuk subsidi pengadaan jaringan pipa gas tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Asisten II Sekwilda bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel, Budi Raharjo, menjelaskan, Pemprov Sumsel menjalin kerja sama dengan PT PGN mengembangkan jaringan pipa gas perkotaan di Palembang.
โMelalui APBD tahun 2008, Pemprov Sumsel menganggarkan dana sebesar Rp 14 miliar untuk pengembangan jaringan bagi 2 ribu rumah,โ kata Budi.
Dia menjelaskan, anggaran dari APBD Sumsel 2008 digunakan untuk membantu PT PGN. Hal itu karena kebutuhan dana untuk pengembangan jaringan sebanyak 2 ribu rumah tangga memerlukan investasi yang lebih besar.
Dana yang dipersiapkan Pemprov Sumsel itu digunakan untuk penyambungan pipa tersier. Sedangkan pipa induk atau pipa jaringan utama akan dibangun dengan menggunakan dana dari PT PGN yang bersumber dari APBN.
Rencana pengembangan pipanisasi gas di Palembang telah dimulai sejak 1998 lalu. Pembangunan dilakukan PT PGN sebagai pengelola gas yang diawali dengan pembangunan jaringan pipa sepanjang 38 km, dengan pelanggan sebanyak 60 kepala keluarga (KK) dan beberapa pelanggan komersial. ย
Menurut Budi, kapasitas pengaliran gas perkotaan sebesar 0,2 MMSCFD (juta kaki kubik per hari). Pada tahun 2008, aliran gas ditargetkan naik menjadi 1,1 MMSCFD. โDengan kenaikan tersebut, diharapkan mampu melayani 300 hingga 500 KK,โ pungkasnya.
(tw/fiq)











































