"Sebenarnya pada Senin malam itu masalah sudah selesai di rumah Kepala Dukuh
Pak Nardi. Musyawarahnya juga berjalan baik dan clear semuanya," kata Nasruddin
kepada detikcom melalui telepon, Selasa (17/6/2008).
Namun, saat malam bertambah larut, belasan pemuda melakukan perusakan bangunan Ponpes Ilmugiri. Tidak hanya itu, sebagian bangunan ponpes dibakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tuduhan itu tidak benar, semua kami lakukan untuk warga. Silakan tanya kepada
warga yang lain. Kalau memang tidak suka dengan saya, lebih baik saya saja yang
minggir bukan dengan merusak bangunan yang ada di situ (ponpes). Sebab itu untuk warga
juga," ujar Nasrudin.
Demikian pula dengan tudingan dirinya telah melakukan perbuatan amoral dengan seorang wanita. Nasrudin menegaskan, wanita itu istri keduanya. Pernikahan keduanya ini dilakukan atas restu orangtua dan keluarga wanita itu pada 5 bulan yang lalu.
"Soal menikah siri itu kan soal keyakinan agama. Itu sudah kami lakukan secara benar. Lagipula baik keluarga saya dan mertua saya sudah tidak ada masalah. Kedua istri saya sempat menangis mendengar peristiwa itu," katanya.
Meski demikian, Nasrudin tidak ingin menanggapi persoalan ini secara emosional. Dia memilih menenangkan diri terlebih dahulu untuk sementara waktu. Namun kegiatan-kegiatan Ponpes Ilmugiri seperti TPA, pemberdayaan masyarakat desa berjalan seperti biasa.
"Secara pribadi saya mengurangi kegiatan dulu, biar masyarakat tenang dan bisa menilai sendiri secara arif. Semua saya anggap sudah selesai, tak perlu ada urusan yang lain. Kita anggap ini sebagai musibah dan cobaan yang harus saya jalani bersama keluarga," pungkas Nasrudin. (bgs/djo)











































