Hal itu diungkapkan Ngatino, ketua pemuda Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul, Selasa (17/6/2008).
Menurut Ngatino, pengurus Ponpes Ilmugiri sering mengeksploitasi kemiskinan daerah sekitarnya. Hal ini membuat ponpes tersebut mendapatkan bantuan dana dari berbagai pihak. Namun bantuan-bantuan tersebut tidak pernah sampai ke tangan warga.
"Katanya ada bantuan bea siswa pendidikan untuk melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi, tapi tidak pernah diterima. Bantuan lainnya juga banyak yang tak jelas. Itu sudah pernah kami tanyakan tapi tak pernah ada jawaban memuaskan," ungkap dia.
Hal ini semakin melengkapi kekesalan warga terhadap Nasrudin. Ujungnya, warga melakukan aksi anarkis dengan merusak dan membakar bangunan Ponpes Ilmugiri pada Senin 16 Juni malam.
Ditemui secara, Nasruddin enggan berkomentar. Dia memilih menenangkan diri terlebih dahulu. "Nanti saja, dan maaf untuk sementara no comment dulu," kilah Nasruddin. (bgs/djo)











































