Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan (PP) Setda Provinsi Jateng, Sri Mulyana Rahman, mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan unit pemberdayaan perempuan di daerah-daerah agar memantau dan menggiatkan program keluarga.
"Kasus seperti Geng Nero itu kan bukan hanya domain sekolah, tapi juga keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Karena itu, semua harus dilibatkan," katanya kepada detikcom melalui telepon, Selasa (17/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Mulyana menjelaskan, pemerintah melihat Geng Nero tidak hanya dari perspektif pelaku, tapi juga korban. Apalagi yang terlibat adalah siswi perempuan yang masuk dalam kategori anak.
"Proses hukum memang jalan terus, tapi perhatian ke faktor penyebab dan sisi lain dari kasusnya, harus diteliti," ungkapnya.
Sejauh ini, Mulyana mengaku tidak ada laporan mengenai kelompok serupa Geng Nero di daerah lain. "Ya semoga saja cuma ada di Pati," demikian Sri Muyana Rahman. (try/djo)










































