Gamelan kuno yang hilang itu adalah seperangkat gamelan carabalen peninggalan PB X. Gamelan carabalen adalah seperangkat gamelan khusus terdiri dari delapan item alat musik yang dibunyikan pada moment khusus, terutama mengiringi upacara kraton atau penyambutan tamu agung.
Gamelan kuno tersebut selama ini disimpan di gedung wayang orang Sriwedari di kompleks Taman Sriwedari, yang di masa lalu merupakan taman raja milik Kraton Kasunanan Surakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemkot mengatakan gamelan carabalen itu tidak hilang, tetapi dipinjam orang. Namun tidak jelas siapa yang meminjam. Kami memberi kesempatan Pemkot untuk mengingat-ingat siapa peminjamnya serta melacak keberadaannya," ujar Ketua Komisi IV DPRD Surakarta, Satryo Hadinagoro, Selasa (17/6/2008).
Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya (Parsenibud) Pemkot Surakarta, Handartono, mengakui gamelan kuno tersebut telah tidak lagi tersimpan di Gedung Wayang Orang Sriwedari sejak tahun 2006 lalu. Menurut dia, Pemkot telah menelusurinya ke beberapa pihak yang pernah meminjam gamelan itu.
"Kami pernah menanyakannya ke Mangkunegaran, nDalem Wuryoningratan dan beberapa seniman yang pernah meminjamnya. Namun hingga saat ini belum ada yang mengaku menyimpannya," papar Handartono.
Bahkan, lanjut dia, Pemkot pernah melaporkan 'raibnya' gamelan antik itu ke kepolisian. Namun demikian, meskipun sudah dua tahun kejadian itu dilaporkan polisi, hingga saat ini juga belum ada kejelasannya.
Ketika ditanya apakah tidak ada catatan peminjaman aset yang dibuat oleh Dinas Parsenibud, Handartono berkilah kejadian itu terjadi saat dia belum menjabat sebagai kepala dinas. "Saya kurang mengetahuinya saat itu. Kalau sekarang jelas, setiap peminjaman aset ada catatan resmi," ujarnya. (mbr/asy)











































