"Saya tidak tahu kejadian persisnya. Katanya tetangga yang lain, ada banyak pemuda yang datang," kata Samikem (50), warga Dusun Nogosari di depan Ponpes Ilmugiri, Selasa (17/6/2008).
Menurut Samikem, sekitar pukul 05.00 WIB beberapa bagian ponpes, seperti
gapura dan gazebo sudah hangus terbakar. Sementara bangunan lain, yakni bak air dari fiberglas, dapur dan bangunan lainnya rusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
yang lain ke sini masih ada kayu-kayu yang membara," katanya.
Sejumlah ibu-ibu yang sedang berkumpul juga langsung membubarkan diri saat didekati wartawan. Mereka meminta wartawan bertanya langsung ke Kepala Dusun Nogosari dan Ketua Pemuda Ngatino yang ada di dekat lokasi.
Padahal sebelumnya mereka bergerombol saat polisi melakukan oleh TKP. Polisi juga membawa dua orang warga yang diduga mengetahui peristiwa tersebut untuk dimintai keterangan.
Sedangkan kaum pria, tidak banyak yang terlihat. Sebab kebanyakan dari mereka sedang bekerja di kota atau sawah.
Ponpes Ilmugiri dibangun di daerah tandus di pegunungan wilayah Imogiri. Di tempat itu tinggal pengasuh pondok KH Nasruddin Al Anshory dan keluarganya.
Di lingkungan dalam ponpes terdapat sebuah masjid seluas 80 meter persegi yang terbuat dari bambu. Di dekatnya terdapat beberapa rumah atau bangunan yang berfungsi sebagai pondokan, dapur, kantor TPA, dan gudang alat-alat bermain anak-anak.
Sehari-harinya tempat itu hanya digunakan untuk kegiatan anak-anak dusun sekitar
untuk mengaji di TPA. Tidak ada santri yang tinggal di Ponpes Ilmugiri.
Santri-santrinya adalah warga sekitar pondok. (bgs/djo)











































