Bush, Ahmadinejad & Musharraf Paling Tak Dipercaya di Dunia

Bush, Ahmadinejad & Musharraf Paling Tak Dipercaya di Dunia

- detikNews
Selasa, 17 Jun 2008 13:05 WIB
Washington - Presiden AS George W Bush dan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad merupakan dua pemimpin yang paling tidak dipercaya di dunia. Setidaknya demikian menurut survei terbaru.

Presiden Pakistan Pervez Musharraf juga termasuk dalam survei yang dilakukan WorldPublicOpinion.org tersebut. Survei ini dilakukan di 20 negara. Demikian seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (17/6/2008).

Dari survei itu terlihat tak satu pun pemimpin negara yang meraih kepercayaan luas di luar negara mereka. Namun Bush, Ahmadinejad dan Musharraf menempati rangking terbawah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya 23 persen warga di luar AS yang memiliki keyakinan pada kepemimpinan Bush. Sedangkan Ahmadinejad meraih 22 persen kepercayaan dan 18 persen untuk Musharraf.

Pemimpin negara lainnya tidak jauh lebih baik dari ketiga orang itu. Presiden Prancis Nicolas Sarkozy misalnya, sebanyak 26 persen warga di luar Prancis percaya padanya. Presiden China Hu Jintao dengan 28 persen, Perdana Menteri (PM) Inggris Gordon Brown dengan 30 persen dan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan 32 persen. Putin kini telah menjadi PM Rusia.

Sekjen PBB Ban Ki-moon mendapatkan level kepercayaan paling tinggi, yakni sebesar 35 persen. "Di saat ketidakpercayaan dunia pada George Bush telah menciptakan kekosongan kepemimpinan global, tidak ada pemimpin alternatif yang maju," kata Steven Kull, direktur WorldPublicOpinion.org.

WorldPublicOpinion.org merupakan proyek yang melibatkan pusat-pusat riset di seluruh dunia dan dikelola oleh Program on International Policy Attitudes di Universitas Maryland, AS.

Kelompok tersebut mensurvei 19.751 orang di negara-negara yang mewakili 60 persen penduduk dunia. Ini mencakup negara-negara berpenduduk terbesar seperti China, India, AS, Indonesia, Nigeria, Rusia, Meksiko, Argentina, Inggris, Prancis, Spanyol, Azerbaijan, Ukraina, Mesir, Yordania, Iran, Turki, Palestina, Korea Selatan dan Thailand.

Survei dilakukan antara 10 Juni hingga 6 Mei dengan margin kesalahan plus minus 2-4 persen. (ita/nrl)


Berita Terkait