Amuk massa itu terjadi pada Senin 16 Juni sekitar pukul 22.00 WIB. Massa tiba-tiba datang dan langsung membabibuta. Mereka melemparkan batu serta benda keras lainnya ke atap bangunan Ponpes Imlugiri.
Tidak hanya itu, warga juga membakar bangunan gazebo yang terbuat dari kayu dan beratap daun tebu. Masih belum puas, massa selanjutnya membakar gapura dan papan nama ponpes yag terbuat dari kayu jati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Pemuda Desa Selopamioro, Ngatino, mengatakan warga jengkel karena pengasuh Ponpes Ilmugiri melakukan kebohongan publik. KH Narudin sering mengatakan telah memberikan beasiswa kepada warga setempat. Padahal kenyataannya hal tersebut tidak benar.
"Sebenarnya warga jengkel sudah lama. Pak Nasrudin tidak pernah datang ketika diajak pertemuan dengan warga sehingga warga marah. Dia juga dianggap warga secara moral jelek dan tercela," kata Ngatino di lokasi kejadian Selasa (17/6/2008).
Hingga pukul 10.00 WIB, sejumlah personel polisi dari Polres Bantul masih melakukan olah TKP. Sedangkan keberadaan KH Nasrudin belum diketahui. (bgs/djo)











































