Nah, sebuah bukti baru ditemukan berdasarkan penelitian atas meteorit yang jatuh di Australia. Di dalam pecahan meteor itu ditemukan 2 molekul yang disebut nucleobases, yang juga ada dalam deoxyribonucleic acid (DNA) atau ribonucleic acid (RNA) makhluk hidup.
"Kedua molekul itu, uracil dan xanthine, ada dalam DNA dan RNA kita," ungkap ketua tim peneliti Zita Martins dari Imperial College London, seperti dikutip dari AFP, Selasa (17/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua molekul ini bisa jadi penting untuk membongkar misteri reaksi kimia yang membentuk kehidupan pertama kali pada 4 miliar tahun lalu. "Kita tahu bahwa meteorit ini sama dengan meteorit Murchison, yang salah satunya dianalisis, telah meletakkan dasar pembangun kehidupan di bumi 3,8 sampai 4,5 miliar tahun yang lalu," jelas Martins dalam wawancara dengan AFP itu.
Teori yang berkembang selama ini menyatakan nucleobases terbentuk di bumi. Namun, Martins menyatakan, kondisi atmosfir bumi pada periode itu sangat tidak memungkinkan untuk proses sintesa protein itu.
Kebenaran 2 molekul di meteorit yang diteliti Martins berasal dari luar angkasa diperkuat oleh penelitian karbon. Tim peneliti Eropa dan Amerika Serikat itu menunjukkan 2 molekul itu memiliki jenis karbon berat, karbon 13, yang hanya bisa terbentuk di luar angkasa.
"Kami percaya kehidupan awal mengadopsi nucleobases dari pecahan meteor untuk digunakan dalam pengkodean genetis, yang membuat mereka mampu menurunkan dengan sukses kode-kode itu ke generasi berikutnya," kata Martins.
Jika begitu, 2 molekul ini telah menjadi titik awal proses evolusioner selama miliaran tahun, yang menghasilkan flora dan fauna termasuk manusia. Penelitian yang dipublikasikan di Earth Planetary Science Letters ini juga mengimplikasikan adanya kehidupan di planet lain.
"Karena meteorit mewakili material terlepas dari formasi tata surya, komponen kunci kehidupan termasuk nucleobases bisa berkembang di jagat raya," ujar anggota tim peneliti, Mark Sephton, yang juga dari Imperial College London.
Uracil adalah materi organik yang ditemukan dalam RNA, yang terikat secara berpasangan dengan molekul lain, adenin. Xanthine bukan secara langsung bagian dari RNA atau DNA, namun terlibat dalam rangkaian reaksi kimia di dalam sel RNA.
Kedua tipe nucleobases ini dan rasio tebal-tipis karbonnya diidentifikasi melalui kromatografi gas dan spektrometri massa, teknologi yang belum tersedia di awal penelitian meteorit. Alhasil, kata Martins, penelitian ini sangat rumit dan menghabiskan waktu, sehingga membuat tak ada peneliti lain melakukannya. (aba/nrl)











































