Bak iklan sebuah produk minuman, siapapun calonnya, raksasa ekonomi dunia ini akan dibawa mengikuti upaya global mengatasi perubahan iklim. Penjara Guantanamo akan ditutup. Obama dan McCain akan mengadakan reformasi aturan imigrasi.
Seperti dilansir AFP, Selasa (17/6/2008), Keduanya juga bertekad melawan ancaman broker-broker Washington yang bisa menawarkan uang dan kekuasaan di atas kehendak konstituen. Mereka juga bicara mengenai meraih suara kalangan publik yang terpetak dalam dua partai besar itu, melewati batasnya untuk meraih perubahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Obama tetap menyatakan McCain adalah kloning dari Presiden George W Bush yang berkuasa. Di bawah Bush, Amerika menjauh dari Protokol Kyoto yang ingin mengatasi pemanasan global.
Satu rancangan undang-undang terkait perubahan iklim pun hanya seminggu lalu telah gagal diundang-undangkan. Obama mendukung rancangan undang-undang itu, sementara McCain menentang sebagian isinya karena calon Partai Republik ini mendukung tenaga nuklir.
Keduanya berjanji menutup 'perang melawan terorisme', menutup kamp penjara Guantanamo. McCain yang selamat dari tahanan perang Vietnam dan Obama akan mengirim tahanan Guantanamo ke pengadilan segera, meski McCain memilih menggunakan pengadila khusus yang didirikan Bush.
Dalam retorikanya, keduanya juga bicara mengenai pemilih yang capek dengan 'Washington'. "Karena kami menyebut diri Demokrat dan Republikan, kami adalah pertama warga Amerika. Kami selalu pertama kali warga Amerika," kata Obama pada 3 Juni, ketika suaranya mencukupi untuk maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrat.
"McCain percaya pada perjuangan mengatasi perubahan iklim, percaya tak melakukan kekerasan pada orang lain dan menutup Guantanamo. Berdasarkan apa mereka dan yang mereka wakili, keduanya mewakili perubahan atas Bush," kata pengamat politik pro-Demokrat, Derek Chollet. (aba/aba)











































