Dari 3 jenis itu, Panser VAB merupakan yang terbanyak dalam jumlah dibanding dua jenis lainnya VBL Panhard dan BTR 80A. Panser VAB ini sengaja dibeli pemerintah untuk melengkapi Kontingen Garuda sebelum diberangkatkan ke Lebanon.
Seperti dijelaskan dalam siaran pers Perwira Penerangan Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B/UNIFIL, Kapten Chb Sandy Maulana Prakasa SIkom, Senin (16/6/2008), pada awal penugasan di Lebanon, Kontingen Indonesia hanya mengoperasikan 14 Panser VAB varian APC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, Panser VAB yang dimiliki Kontingen Indonesia terdiri dari 3 varian utama yaitu VAB Command Post (2 unit), VAB Ambulance (6 unit) dan VAB APC/ Armoured Personnel Carrier (24 unit). Selain dilengkapi dengan percepatan otomatis, Panser VAB terbaru ini juga dilengkapi dengan additional armour ceramic plate yang dapat memberikan perlindungan ekstra terhadap proyektil senjata anti tank dan serpihan ledakan mematikan.
Sampai dengan sekarang, seluruh awak pengemudi Panser VAB tersebut masih dipercayakan kepada personel yang berasal dari Batalyon Kavaleri 7/Panser Khusus Kodam Jaya sebanyak 68 orang yang telah berpengalaman dalam mengawaki Panser tipe yang sama di berbagai medan penugasan, baik saat Operasi Pengamanan Ibukota maupun Operasi Dalam Negeri lainnya.
Dalam rangka asistensi penggunaan dan pemeliharaan Panser tersebut telah ditunjuk 4 orang Perwira Kavaleri TNI AD dari Kodam Jaya sebagai pelaksana di lapangan yaitu Kapten Kav Nana Yuliana dari Batalyon Kavaleri-9/Penyerbu dan Kapten Kav Mujahidin, Kapten Kav Asep Noer Rohmat serta Lettu Kav Agung Wira yang ketiganya berasal dari Batalyon Kavaleri-7/Panser Khusus. (aba/aba)











































