Kejadian ini bermula ketika perwakilan massa pengunjuk rasa dan polisi yang mengawal aksi tengah berunding, Senin (16/6/2008) pukul 15.00 WIB. Hal ini tentu saja tidak dilewatkan oleh wartawan yang meliput di lokasi.
Tapi pihak kepolisian ternyata keberatan proses perundingan diliput wartawan. Mereka lalu membubarkan kerumunan wartawan tulis dan elektronik yang juga berkeras melengkapi bahan liputannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak ini apa-apan?" bela Hilman.
"Ini nego. Jangan diambil gambarnya!" balas Saut.
Kedua pria berbadan besar tersebut kemudian terlibat saling dorong. Entah bagaimana bahan pertengkaran mereka, tiba-tiba saja Saut melayangkan 'hook' kanan ke rahang kiri Hilman. Buk!
Untung saja Hilman tidak sampai jatuh tersungkur. Dia hanya terhuyung ke samping sembari berusahan mempertahankan kameranya agar tidak jatuh terbanting ke jalanan.
Tidak ada 'jeb' atau 'upper cut' balasan yang dilayangkan Hilman. Tapi puluhan wartawan dan ratusan sopir omprengan spontan meneriaki aksi kasar anggota polisi itu.
Alhasil jumlah massa pengunjuk rasa bertambah dan Jl Daan Mogot makin macet dibuatnya. Hanya tersisa satu dari empat lajur arah Indosiar-Kalideres yang tersisa untuk dilalui para pengguna jalan.
(lh/nrl)











































