Obama Tak Mungkin Lakukan Perubahan Dramatis bagi AS

Obama Tak Mungkin Lakukan Perubahan Dramatis bagi AS

- detikNews
Senin, 16 Jun 2008 13:55 WIB
Beijing - Barack Obama tidak mungkin akan membawa perubahan dramatis yang telah dijanjikannya jika dia berhasil menjadi presiden AS. Mencuatnya Obama sebagai capres AS juga justru memperlihatkan perpecahan rasial.

Demikian dituliskan surat kabar utama China, People's Daily seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (16/6/2008).

Pemerintah China selama ini berusaha tidak mengomentari pemilihan presiden AS. Namun komentar harian China tersebut memberikan sedikit gambaran mengenai bagaimana partai berkuasa, Partai Komunis, memandang prospek Obama memenangi pemilihan presiden pada November 2008 mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

People's Daily merupakan corong Partai Komunis China. Menurut media tersebut, Obama tidak mungkin menepati transformasi kebijakan Washington yang dijanjikannya jika dia mengalahkan John McCain, capres dari Partai Republik.

Obama menentang perang Irak. Namun capres Partai Demokrat itu kurang jelas menyampaikan bagaimana dan kapan dia akan menarik pulang pasukan AS dari Irak. Demikian ditulis People's Daily dalam kolom komentar halaman depan edisi luar negeri yang ditulis editor senior.

"Tak ada yang percaya jika masalah yang begitu kompleks bisa diselesaikan dengan hanya bergantung pada sikap tegas," tulis editor Ding Gang. "Masalah yang sama dihadapi dalam transformasi ekonomi, keamanan sosial dan pendidikan," imbuhnya.

Edisi luar negeri People's Daily hanya berskala kecil dan sering kali memberikan pandangan yang lebih blak-blakan daripada edisi domestik media tersebut.

"Keduanya (Obama dan McCain) akan memainkan kartu reformasi. Dan keduanya dalam banyak hal akan berada dalam batasan-batasan yang sama dan mengalami kesulitan untuk menunjukkan perbedaan besar," tulis media tersebut.

Media tersebut juga membantah anggapan bahwa mencuatnya Obama merupakan simbol harmonisasi rasial. "Daripada menyebut dia perwujudan kehamornisan rasial Amerika, lebih baik menyebut dia simbol asimilasi," tulis People's Daily. (ita/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads