Polisi Tak Segera Tangkap Pria Berpistol di Monas Karena Hati-hati

Polisi Tak Segera Tangkap Pria Berpistol di Monas Karena Hati-hati

- detikNews
Senin, 16 Jun 2008 12:59 WIB
Polisi Tak Segera Tangkap Pria Berpistol di Monas Karena Hati-hati
Jakarta - Polisi belum juga menangkap pria berpistol dalam insiden Monas 1 Juni lalu. Diduga, polisi berhati-hati dalam menangkap dan mengumumkan identitas pria tersebut lantaran kasus ini berbau politis.

"Kasus ini politis. Oleh karena itu aparat hati-hati," ujar kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Erlangga Masdiana kepada detikcom, Senin (16/6/2008).

Menurut Erlangga, konflik terjadi kadang secara alamiah. Namun tak sedikit juga konflik diciptakan untuk suatu kepentingan tertentu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang namanya konflik itu seringkali diciptakan atau alamiah. Kalau alamiah dan dianggap merugikan masyarakat dan negara bisa dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan. Tapi kalau tidak alamiah, dan politis, seringkali aparat sangat hati-hati dalam mengekspose siapa pelakunya," kata Erlangga.

Kepolisian, menurut Erlangga, adalah institusi yang tertutup. Sehingga tidak jarang, apa yang dilakukan oleh polisi sangat dipengaruhi oleh sistem politik.

"Karena memang polisi adalah institusi tertutup. Jadi penyidikannya dipengaruhi sistem politik negara," ujarnya.

Kondisi seperti ini, lanjut Erlangga, sangat terasa saat zaman Orde Baru dulu. Meski di zaman reformasi juga ada intervensi pemerintah, menurutnya, persentasenya jauh berkurang. Silakan berdiskusi tentang pria berpistol di detikforum!
(anw/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait