Sasaran Empuk Si Panjang Tangan

Petualangan Ashtari

Sasaran Empuk Si Panjang Tangan

- detikNews
Senin, 16 Jun 2008 11:13 WIB
Sasaran Empuk Si Panjang Tangan
Jakarta - Bersepeda keliling dunia, tak hanya kesenangan bertemu orang di belahan negara lain. Aksi kriminal pun mengintai.

Seperti yang dikisahkan Habib Ashtari Tolekaran (28), warga Iran yang bersepeda keliling dunia, saat bertandang ke kantor detikcom, Gedung Aldevco Octagon, diย  Jalan Warung Jati Barat Raya 75, Jakarta Selatan, Jumat (13/6/2008) lalu.

"Di Nepal ada orang yang ambil kompas dan senter saya. Padahal waktu itu saya tinggal sebentar untuk mengurus visa, di depan kantor polisi lagi. Di India, ada yang minta sandal dan kaus kaki saya. Tapi sudahlah, barang-barang itu toh bisa dibeli lagi,"ujar pria bertinggi 175 sentimeter ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Malaysia, dia kehilangan beberapa buku dan uang.ย  "Nggak tahu dicopet atau jatuh di tengah jalan. Saya periksa di kantong sudah nggak ada. Jadi uang yang tadinya US$ 100 tinggal US$ 20," kata dia.

Sejak itu, selama 2 minggu di Malaysia, Ashtari harus berhemat dan hanya makan 1 kali sehari. "Saya sempat bekerja di Malaysia untuk dapat uang kembali. Tapi kan visa saya bukan untuk bekerja, tapi untuk turis. Saat kehabisan uang, akhirnya saya terpaksa telepon saudara saya di Iran minta dikirimi uang," ujar Ashtari.

Namun, kejadian yang menimpanya itu tidak membuat Ashtari takut akan mengalami hal yang serupa, atau bahkan hal yang lebih buruk dalam perjalanannya nanti.

"Well, pikiran itu mungkin hanya ada dalam kepalamu. Pikiran saya itu positif dan bersih. Tidak ada pikiran seperti itu. Saya percaya karma. Kalau kita berperilaku baik dengan orang, selama perjalanan, maka akan yang akan kita temui juga hanya orang-orang baik. Kalauย  tujuan kita baik, maka semesta akan bersatu mendukung kita. Syukurlah, selama perjalanan saya banyak menemukan orang-orang baik," celotehnya.

Memang, di perjalanannya, banyak orang yang menawarkan bantuan. Entah untuk sekedar makan, atau memberinya tumpangan untuk menginap. "Padahal saya nggak mau, eh mereka memaksa, menarik-narik tas saya supaya saya singgah di tempat mereka. Sebenarnya tentang tidur di mana, tidak terlalu jadi masalah buat saya," kata dia.

Penggemar olahraga mendaki gunung dan pemegang sabuk hitam karate ini, tidak mencoba meminta bantuan pihak Kedubes Iran di negara yang disinggahinya, kendati mengalami banyak masalah.

"Saya nggak mau merepotkan orang lain. Saya ingin menikmati pertemuan saya dengan orang-orang yang saya jumpai. Saya ingin merasakan berinteraksi dengan orang-orang yang saya singgahi di tiap negara, termasuk kalau ada masalah," ujar pria berzodiak Libra ini. (nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads