Wah, ternyata dia heran dengan buah potongan yang dijual abang-abang di pinggir jalan ataupun di warung tegal.
"Di Indonesia itu ada ya, buah yang dipotong-potong dan dijual. Seperti semangka atau melon. Sebelum ke sini, tak terpikirkan bisa menjual buah dalam bentuk seperti itu. Di Iran buah itu dijual kiloan, paling kecil beli 2 kilo. Cuma semangka saja yang dijual satuan, karena sangat besar," ujar Ashtari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga heran saat mendapati orang Indonesia yang makan nasi 3 kali sehari. "Saya heran, kenapa di Indonesia itu makan 3 kali pakai nasi semua. Sarapan, makan siang dan makan malam, pakai nasi. Kalau di negara saya itu nasi dimakan kalau makan siang. Kalau pagi makan roti dan mentega," kata pria kelahiran Teheran 20 Oktober 1980 ini.
Ashtari sampai ke Indonesia tanggal 31 Mei 2008, setelah menyeberangi Selat Malaka dari Malaysia. Di Indonesia dia menjejakkan kaki pertama kali di Dumai, Riau.
Setelah dari Dumai, dia mengayuh sepedanya sampai ke Pekanbaru. Kemudian ke beberapa kota di Sumatera Barat, seperti Bukittinggi, Padang, Solok, Bangko. Lalu ke Lubuklinggau, hingga ke Bandar Lampung, dan menyeberang ke Pulau Jawa via Pelabuhan Bakauheni-Merak.
Begitulah hingga akhirnya Ashtari tiba di ibukota, pada 11 Juni 2008. Dari foto-foto yang diabadikan kamera Canon digitalnya, dia sudah berkelana di Jakarta, dari Pantai Ancol hingga Tugu Monas.
Dari Jakarta dia melanjutkan petualangan bersepedanya menelusuri Pulau Jawa sampai ke Bali. Dari Bali, dia berencana naik bus kembali ke Dumai, Riau, untuk kembali ke Malaysia. Maklum, visanya di Indonesia habis akhir Juni 2008.
Di Malaysia, dia akan mengayuh sampai ke negara Indochina yaitu Thailand, Kamboja, Laos, dan Vietnam. Dalam 1 hari, Ashtari rata-rata mengayuh sepedanya sejauh 130 kilometer. Karena itu, ban sepedanya harus diganti tiap 2 atau 3 hari perjalanan.
"Setelah itu saya akan ke China. Mungkin saya akan melanjutkan juga ke Eropa, atau Afrika. Saya juga akan ke Kanada dan Amerika Serikat, juga negara-negara Amerika Selatan," papar desainer interior ini.
(nwk/nrl)











































