Ashtari, Goes-goes Keliling Dunia untuk Perdamaian

Ashtari, Goes-goes Keliling Dunia untuk Perdamaian

- detikNews
Senin, 16 Jun 2008 09:17 WIB
Ashtari, Goes-goes Keliling Dunia untuk Perdamaian
Jakarta - Negara Habib Ashtari Tolekaran (28), Iran, sedang dikecam dunia dan dalam bayang-bayang ancaman invasi Amerika Serikat karena teknologi nuklir yang sedang dikembangkan. Namun, Ashtari malah memacu sepedanya keliling dunia menyampaikan pesan perdamaian. Kring..kring..goes..goes..

Ashtari, hari Jumat (13/6/2008) lalu bertandang ke kantor detikcom, Gedung Aldevco Octagon, diย  Jalan Warung Jati Barat Raya 75, Jakarta Selatan.

Setelah memarkir sepeda gunungnya yang berwarna silver di bawah pohon, Ashtari mau juga membagi pengalamannya. Oh ya, sepedanya tampak 'berat'. Tampak gembolan, seperti kantung Pak Pos yang sedang mengirim surat itu, disampirkan di belakang sadelnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya, sepertinya isi satu rumah saya bawa semua," ujar pria bertinggi 175 centimeter yang mengenakan kaos polo warna putih itu.

Maklum, karena berniat mengelilingi dunia dengan bersepeda, dia membawa serta tenda, baju, peralatan seperti peta, kompas, kamus Iran-Inggris, dan tak lupa kamera digital Canon untuk mengabadikan diri dan negara yang disinggahinya.
ย 
"Saya bersepeda keliling dunia ini adalah untuk perdamaian. Kita butuh langkah nyata untuk perdamaian. Selama ini pemerintahan, atau orang-orang, di mana saja, perdamaian kebanyakan hanya jadi bahan pembicaraan tanpa melakukan sesuatu," kata Ashtari.

Ketika ditanya tentang negaranya yang perdamaiannya terancam karena ancaman invasi AS, Ashtari menjawab dengan santai.

"Ah, negara saya baik-baik saja. Berita itu hanya publikasi di media-media dunia. Rakyat di negara kami hidup tenang dan damai," jelas pria desainer interior lulusan universitas terbuka di Iran ini.

Kegiatan sehari-hari rakyat Iran, lanjutnya,ย  berjalan normal seperti biasa. Tidak ada kekhawatiran apapun. "Wacana itu hanya antar pemerintah AS dan pemerintah Iran. Maka itu saya katakan politik itu gelap dan susah dipahami," imbuhnya dalam bahasa Inggris.

Dia juga mengakui, gawenya kali ini juga untuk mengkampanyekan agar di Iran tetap damai dan perang terbuka tidak terjadi.

"Saya hanya berpikir perdamaian itu untuk semua orang. Untukย  kepentingan kemanusiaan. Saya bertemu dengan manusia, melihat perbedaan. Tidak ada hubungannya sama sekali dengan politik," tutur anak ke 2 dari 3 bersaudara ini.

Ashtari memulai perjalanannya sejak 9 Februari 2008. Dia meng-goes sepedanya dari rumahnya di Teheran, Iran melewati garis pantai Pakistan hingga tiba di kota pertama Mumbai, India. (nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads