Menurut rencana, festival yang masuk agenda Visit Musi 2008, dibuka Wakil Gubernur Sumsel Mahyuddin, dan dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Destinasi Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) Sambudjo Parikesit. Pembukaan berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB.
Selain diikuti perwakilan dari kabupaten dan kota, festival ini akan diikuti tiga negara bagian di Malaysia, serta sejumlah perwakilan provinsi di Indonesia.
“Ini merupakan ajang promosi budaya setiap yang ikut. Baik kerajinan, kesenian,dan budaya asli daerah,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumsel Rachman Zeth, kepada detikcom, di sela-sela persiapan pembukaan festival itu, di Plasa Benteng Kuto Besak, Palembang, Minggu (15/06/2008) malam.
Adapun sejumlah kegiatan selama acara ini antara lain lomba perahu hias, kendaraan hias, bidar tradisional, lomba mancing internasional, dan agro & foods expo, seperti pameran berbagai makanan dari hasil pertanian dan perkebunan. Selanjutnya, pertunjukan seni, lomba seni seperti puisi, tari, dan musik.
Kerajaan Sriwijaya Berdiri
Festival Sriwijaya ini bertepatan dengan lahirnya kerajaan Sriwijaya pada abad ke 7 lalu, dan dalam penanggalan masehi, jatuhnya pada 16 Juni 682 Masehi.
Penanggalan ini berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit bertarikh 604 Saka (682 M) dan merupakan prasasti berangka tahun yang tertua di Indonesia. Prasasti ini bertuliskan huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno, yang bunyinya:
1 Swasti, sri. Sakawarsatita 604 ekadasi su-
2 klapaksa wulan Waisakha Dapunta Hyang naik di
3 samwau mangalap siddhayatra. Di saptami suklapaksa
4 wulan Jyestha Dapunta Hyang marlapas dari Minanga
5 tamwan mamawa yang wala dua laksa dangan kosa
6 dua ratus cara di samwau, dangan jalan sariwu
7 telu ratus sapulu dua wanyaknya, datang di Mukha Upang
8 sukhacitta. Di pancami suklapaksa wulan Asada
9 laghu mudita datang marwuat wanua .....
10 Sriwijaya jayasiddhayatra subhiksa
Terjemahan dalam bahasa Indonesia modern:
1 Bahagia, sukses. Tahun Saka berlalu 604 hari kesebelas
2 paroterang bulan Waisaka Dapunta Hyang naik di
3 perahu melakukan perjalanan. Di hari ketujuh paroterang
4 bulan Jesta Dapunta Hyang berlepas dari Minanga
5 tambahan membawa balatentara dua laksa dengan perbekalan
6 dua ratus koli di perahu, dengan berjalan seribu
7 tiga ratus dua belas banyaknya, datang di Muka Upang
8 sukacita. Di hari kelima paroterang bulan Asada
9 lega gembira datang membuat wanua .....
10 Perjalanan jaya Sriwijaya berlangsung sempurna (tw/nwk)











































