Namun, Jufry masih bisa bernapas lega. Karena, sepeda motor merek Yamaha bernopol DE 8413 AM yang selalu menemani Jufry meliput berbagai peristiwa di Ambon, masih bisa diselamatkan warga Air Salobar Bawah.
Saat sepeda motornya diamuk massa, Jufry belum sadar dan terus membidikkan kameranya, merekam peristiwa yang terjadi. Usai mengambil gambar, Jufry hanya bisa pasrah setelah sadar motornya nyaris hancur kena amuk massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
hancur,” ujar Jufry.
Bentrok di Air Salobar Bawah, sempat terjadi hujan batu, saling lempar dan kejar mengejar antara kedua kelompok warga yang bertetangga ini. Sempat terdengar satu kali bunyi tembakan yang berasal dari arah Warga Air Salobar Atas.
Menyikapi kondisi ini, Wakil Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku Mukhlis Fataruba, yang juga pemerhati masalah sengketa tanah di Maluku, meminta pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku dibalik bentrok tersebut.
“Insiden ini telah meresahkan masyarakat di Maluku khususnya kota Ambon,” ujar Mukhlis.
Mukhlis juga menilai Pemkot Ambon lemah dan lambat dalam menangani persoalan masyarakat, terutama masalah tanah. Padahal persoalan tanah ini selalu menjadi sumber keributan antar warga di Maluku.
“Pemkot seharusnya telah melakukan langkah antisipasi karena masalah tanah merupakan masalah yang sensitif dan adapat menimbulkan konflik di masyarakat. Apalagi warga Air Salobar juga telah menyurati Pemkot beberapa tahun lalu. Masak sudah chaos baru mau membahas surat tersebut,” pungkasnya. (han/nwk)











































