“Kita sudah amankan satu warga yang diduga sebagai pemicu bentrokan berinisial AT,” ungkap Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Didiek Widjanarko, kepada wartawan, Minggu (15/6/2008) di tempat kejadian perkara (TKP).
Didiek mengharapkan, seluruh lapisan masyarakat, terutama kedua kelompok warga, untuk
tidak terprovokasi dengan isu-isu sesat yang hanya menginginkan perpecahan di masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SARA. Untuk itu saya harapkan masyarakat untuk bersatu,” pintanya.
Selain pendekatan ke tokoh agama dan masyarakat, pihak Polres, imbuh Didiek, juga melakukan koordinasi dengan Kodam XVI Pattimura, guna mengantisipasi meluasnya bentrokan.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Ambon Hakim Rahawarin, meminta Pemerintah Kota Ambon
bertanggungjawab atas bentrokan yang terjadi. Masalah tanah pekuburan itu sudah disampaikan cukup lama ke pemkot.
"Kasus ini kan sudah lama, tapi didiamkan. Akhirnya ketika ada bentrokan baru mereka kaget," kata dia.
DPRD Kota Ambon, imbuh Hakim, telah melakukan pertemuan dengan Pemkot untuk menyelesaikan masalah tersebut, tapi karena tidak ditindaklanjuti persoalan itu menjadi bom waktu.
"Dan kini meledak. pemkot-lah yang harusbertanggungjawab," tandas dia. (han/nwk)










































