"BLT adalah hak untuk orang kecil. Kenapa ditunda-tunda. Ini uang gratis dari pemerintah, tingal terima. Kenapa mesti ditolak?" kata Menbudpar Jero Wacik pada Gerakan Sadar Wisata Sapta Pesona di Pura Meduwe Karang, Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Minggu (15/6/2008).
Jero memprotes sikap bupati di Bali yang sempat menolak dana BLT serta yang mengusulkan dialihkan untuk keperluan lain, seperti program padat karya. Jero meminta kepala daerah memperbaiki keakuratan data penerima BLT. Ia mengibaratkan pembagian BLT itu dengan "ngayah" atau mengabdi dalam tradisi masyarakat Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BLT, imbuh Jero, bukan untuk menyogok rakyat miskin. "Presiden memberikan BLT bukan untuk nyogok rakyat miskin. Tetapi membantu mengatasi kesulitan ekonomi menyusul kenaikan harga BBM," ujar Jero.
Β
Sebelumnya, ada beberapa bupati di Bali yang sempat berencana mengalihkan dana BLT menjadi padat karya. Ada juga beberapa bupati yang mengusulkan pembagian BLT ditunda. Dalam rapatnya dengan para bupati, Gubernur Bali Made Dewa Beratha pun akhirnya memutuskan untuk menunda pembagian BLT usai Pilkada Bali, yang digelar 9 Juli 2008 mendatang. (nwk/nwk)











































