Hal itu disampaikan konsultan keluarga KH. Hilman Rosyad Shihab Lc dalam Training Ketahanan Keluarga yang diselenggarakan oleh Yayasan Masa Depan (Utrecht) di Masjid Al-Hikmah, Den Haag, Minggu (15/6/2008).
Kehancuran moral, tutur Hilman, antara lain ditandai dengan meluasnya prostitusi. Dari satu sel prostitusi berbiak ke kriminalitas, minuman keras, hingga ke pelbagai permasalahan sosial lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan, bahwa pernikahan itu juga menjawab panggilan fitrah. Maksudnya, manusia diciptakan dengan segala kesempurnaannya, salah satunya makhluk yang perlu berkembang biak dan memiliki kecenderungan pada lain jenis, ketika sistem reproduksinya telah matang.
"Ketika lembaga pernikahan tidak dihargai, perzinahan merajalela," tandas Hilman.
Selain itu pernikahan juga menumbuhkan ketenangan batin. Kalau orang sudah menikah batinnya akan tenang, dibandingkan orang-orang yang tidak atau belum menikah. Ketenangan ini akan melebar ke keluarga besar dan masyarakat sekitarnya.
"Dengan menikah juga diperoleh benefit dan hikmah lainnya yakni memperluas kekerabatan dan kerjasama. Terbentuk mertua, besan, ipar, dan seterusnya," demikian Hilman. (es/es)











































