Warga Bantul yang tinggal di Dusun Tegalrejo, Desa Srigading, Kecamatan Sanden dan Tirtoharjo Kretek yang berada di dekat pantai cukup terkejut. Tanah mereka akan dibebaskan dan dibeli oleh kelompok itu untuk pembangunan pabrik. Tanah kas desa yang luasnya lebih kurang 2,5 hektar juga akan dibebaskan.
"Sekitar bulan Maret sampai April di sekitar Dusun Tegalrejo sudah didatangi oleh orang-orang yang akan membangun pabrik. Orang sini jadi heboh, karena harga tanah bakal naik," kata Slamet Maryono, warga Srigading kepada detikcom, Minggu (15/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga sempat melihat beramai-ramai karena mengira di lokasi itu ada sumber minyak yang mau dibor. Namun oleh mereka kemudian dijelaskan akan dibangun pabrik pengolahan air laut jadi minyak," kata dia.
Ketika mendengar air laut dapat menjadi minyak, warga malah bingung dan semakin bertanya-tanya. Dalam pikiran warga, setelah ada pabrik di dekat tempat itu bakal ada SPBU baru dan warga sekitar bisa dipekerjakan ditempat itu.
"Paling tidak mereka datang di tempat itu sudah empat kali, bahkan sempat bersama-sama perangkat desa dan kecamatan untuk mengukur tanah di sekitarnya. Namun setelah itu tidak ada yang datang lagi," kata dia.
Ketika ditanya apakah salah satu dari beberapa orang yang datang ke lokasi itu ada yang bernama Joko Suprapto atau Purwanto, Maryono tidak bisa memastikan. "Saya kurang tahu persis, tapi saat datang mereka sangat
menyakinkan dengan membawa dua buah mobil, sambil memotret beberapa lokasi yang ada di pinggir pantai," katanya.
Berdasarkan penulusuran detikcom, setelah launching Banyugeni bulan Februari 2008 lalu, Bupati Bantul Idham Samawi berjanji akan memberikan bantuan dana untuk riset dan pengembangan. Dana itu akan diambilkan dari APBD Bantul sebesar lebih kurang Rp 500 juta. (bgs/asy)










































