Pada Minggu (15/6/2008), ada sekitar 20 wartawan yang menunggu di pintu masuk rutan narkoba Polda Metro Jaya. Mereka duduk santai memantau tamu-tamu Ketua FPI Habib Rizieq dan Munarman.
Reporter Metro TV yang agak jauh kebetulan mendongak ke atas. Sempat tidak ngeh, sebelum dia mengkomando para wartawan lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para kemeramen dan fotografer pun melompat dengan segala perlengkapan mereka. Munarman hanya melambaikan tangannya sambil tersenyum pada wartawan.
Munarman yang memakai kemeja putih tampak lelah. Namun, tidak ada sepatah kata pun dari mulutnya. Munarman hanya melongok jendela sekitar 30 detik. Tepat saat kamera siap mengambil gambar, Munarman melengos.
"Pak Munarman! Ke jendela lagi dong! Satu menit deh!" seru para wartawan. Namun tidak ada jawaban dari arah jendela yang kini tidak ada siapa-siapa lagi. (fay/iy)











































