"Saya kira dengan melihat bukti-bukti di lapangan, Komnas HAM percaya dia tidak bohong-bohongan. Itu nyata. Cuma bagaimana membahasakan di publik dia kesulitan," ujar anggota komisioner Komnas HAM Johny Nelson Simanjuntak kepada detikcom, Minggu (15/6/2008).
Johny mengaku telah bertemu dengan Joko Jumat, 14 Juni lalu. Dari hasil pertemuan tersebut, Johny mengusulkan agar ada tim pengacara yang membela Joko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membuktikan bahwa penemuan Joko adalah benar, menurut Johny, Joko akan memaparkan penemuannya tersebut kepada publik pada 19-20 Juni di Nganjuk.
"Tapi ini baru berupa pengolahan air tapi dicampur dengan solar. Air 70 persen, sedangkan solar 30 persen. Nanti akan keluar minyak. Setelah itu baru akan diperagakan air dengan zat kimia lain, yang akhirnya menghasilkan minyak," beber Johny.
Joko, menurut Johny mengaku heran, kenapa penemuannya yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat banyak justru dipandang miring oleh sebagian orang. " Padahal ini mau dipersembahkan ke rakyat. Tapi kok banyak yang menyangsikan," pungkasnya. (anw/asy)











































