Tak heran pada Sabtu sore (14/6/2008), di SMU ini terlihat banyak siswa yang menangis. Jumlah siswa yang tidak lulus ini bertolak belakang dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana hampir 100 persen siswa lulus ujian.
Sejumlah orang tua siswa juga tidak dapat menutupi rasa sedihnya, seperti yang dirasakan Rohani, ibu dari Fila, salah satu siswa yang tidak lulus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diduga kuat menyebab tingginya siswa yang tidak lulus terkait dengan tingginya standar kelulusan dengan keharusan nilai rata-rata minimal 5,25 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, serta ada kaitannya dengan kasus perubahan lembar jawaban UN yang dilakukan para guru sekolah tersebut.
Seperti diketahui pada waktu pelaksanaan UN April lalu, polisi sempat menahan 17 guru sekolah tersebut dalam kasus dugaan menukar lembar jawaban UN mata ujian Bahasa Inggris, dan kini kasusnya sedang diproses secara hukum. Kendati seluruh 284 siswa kemudian mengikuti ujian ulangan, ternyata siswa yang tidak lulus mencapai 112 orang.
Para siswa yang tidak lulus di SMA Negeri 2 Lubuk Pakam itu merupakan bagian dari 10.222 peserta ujian tingkat SMA sederajat yang tidak lulus UN. Sementara peserta ujian tingkat SMA sederajat keseluruhannya sebanyak 175.753 peserta. (rul/ndr)











































