Akibatnya tidak banyak siswa yang melakukan aksi corat-coret pakaian. Aksi corat-coret hanya terjadi di beberapa sekolah saja. Mereka pun terlebih dahulu mengganti pakaian adat dengan pakaian sekolah.
Kegembaraan siswa itu meluap setelah pengumuman kelulusan UN SMA/MA 2008 di Bali. Angka kelulusan di Pulau Dewata itu mencapai 98,63 persen.
"Ada kenaikan sebesar 0,86 persen dibandingkan tahun 2007," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Tia Kusumawardani, di kantornya, Jl Puputan Raya Renon, Denpasar, Sabtu (14/6/2008).
Dari 25.509 peserta UN, 25.160 siswa berhasil lulus. Sedangkan jumlah siswa yang tidak lulus mencapai 349 orang atau 1,37 persen.
Tingkat kelulusan SMA/MA di Bali terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2006, persentase kelulusan mencapai 95,48 persen, dan tahun 2007 sebesar 97,77 persen.
Jumlah siswa yang tidak lulus terbesar terdapat di Kabupaten Karangasem, yaitu sebanyak 133 orang atau 5,2 persen.
SMA PGRI I Karangasem merupakan penyumbang terbesar siswa yang tidak lulus yaitu sebanyak 32 orang, disusul SMAN 6 Denpasar sebanyak 27 orang. (gds/fiq)











































